Powered By Blogger

Senin, 06 Desember 2010

Hiasan Di Jalan Yang Bikin Kaget Dan Bingung




a street art mark jenkins 3f pics13 Mark Jenkins Street Art part 3
 (29 photos)

wah gile...kirain beneran semua......

Panji Sang Penakluk Tewas Dicabik Komodo

Mengenaskan nasib pemuda penjinak ular yang sering tampil di televisi ini, saat melakukan syuting di pulau komodo untuk pengambilan gambar aksinya “menaklukan” kadal raksasa itu tanpa di duga sang komodo yang tampak gusar karena merasa terganggu, mengamuk dan menyerang panji secara membabi buta.


Aksi panji kali ini memang terbilang nekad, dengan gaya khas nya yang rusuh ia sengaja mengganggu hewan berukuran panjang sekitar 2,5 meter itu dengan cara menarik narik ekornya secara kasar. Melihat sang komodo itu tampak enggan melayani aksinya dan mencoba lari ke semak semak, panji makin kasar dan brutal menarik ekornya, hingga pada satu titik hewan peninggalan prasejarah itu benar2 tidak bisa menahan amarahnya, di kejarnya panji hingga beberapa puluh meter, panji yang tidak menyangka respon binatang tsb kalang kabut, lari pontang panting.


Panji sempat melemparkan tasnya ke arah komodo tsb dengan harapan mengalihkan perhatian binatang itu, tapi ternyata binatang tsb benar2 mengincar panji, dengan satu terkaman kuat rontoklah tangan kanan panji di sambar kadal raksasa itu, detik selanjutnya makin parah karena sang komodo benar2 melampiaskan kemarahan dan laparnya, setelah di cabik cabik, tampak isi perut panji di lalap habis… oh Tuhan malang benar nasib pemuda ini.

Kameraman yang mengambil gambar tak bisa berbuat apa apa, tapi ia tak ada pilihan lain kecuali terus mengarahkan kamera pada adegan mengerikan itu, jeritan panji yang memilukan minta tolong pun sontak hilang saat kuku tajam komodo tsb menggasak lehernya, crottt… srettt srett.. darah mengalir deras, hidup memang kejam.


Ya kira2 demikianlah berita yang gw baca di detik..com dalam mimpi gw waktu ketiduran di depan tv setelah liat aksi panji & komodo di salah satu tv swasta kemarin. Mungkin karena sebel liat aksinya bener2 nggak bermutu, konyol. Mengganggu hewan liar dengan kasar cuma demi kepentingan syuting, apa sih yg mau di tampilkan? Pamer keberanian lawan hewan buas? Apa manfaat yang kami dapat dari tontonan itu? cuma dongkol yg luar biasa sambil mengumpat “tengil banget nih anak, sok jagoan sama binatang”


Informasi yang die kasih pun sangat2 lucu dan dangkal : “ya pemirsa, ini lah dia komodo (gak usah dibilang juga udah tau), ia binatang yang sangat buas dan bisa mengibas ngibaskan ekornya (ya mana ada binatang buas mengibas ngibaskan duit cebanan?) aya aya wae. Beda banget sama acara produksi luar seperti steve Irwin (alm) ato rob bredl yang ngasih banyak informasi2 penting seputar hewan yg di eksplore nya.

Jumat, 26 November 2010

Kakek 81 Tahun Temukan Jodoh Berkat Internet !

Mencari cinta via internet memang gampang-gampang susah. Namun aura keberuntungan rupanya menyertai kakek China ini yang meski sudah berusia 81 tahun, namun sukses menemukan pujaan hatinya via dunia maya.

Wu Jieqin, kakek yang tinggal di Beijing itu sukses menemukan wanita pujaannya, yakni Jiang Xiaohui, nenek usia 58 tahun yang dijumpainya secara online. Mereka pun memutuskan menjalin mahligai pernikahan.

"Internet tak semata hanya milik kaum muda. Tidak ada larangan bagi orang tua untuk mencari cinta di internet," tutur Wu yang telah bercerai dengan istri pertamanya, seperti dilansir Reuters .

Pasangan yang baru dimabuk asmara ini bertemu setelah Wu memasang iklan via situs setempat bahwa dia butuh pasangan hidup. Meski sudah jompo, Wu tetap memberi kriteria tentang wanita idamannya, diantaranya diharapkan berusia antara 40 sampai 50 tahun.

Wu mengklaim bahwa sebanyak 50 wanita menanggapi iklan cinta onlinenya tersebut dari berbagai negara, termasuk Australia dan Amerika. Setelah bertemu di dunia nyata, dia merasa cocok dengan Jiang dan akhirnya memutuskan untuk meresmikan hubungan mereka di altar pernikahan.

Niat Wu menikahi Jiang sebenarnya sempat kurang direstui oleh orang tua pihak wanita yang merasa Wu sudah terlalu jompo. Namun akhirnya si wanita berhasil meyakinkan orang tuanya bahwa mereka punya niat kuat menjalin mahligai rumah tangga
.

Uang Kertas Rupiah Memiliki Keindahan Sejak 1959



Untuk menghindari pemalsuan uang kertas, pihak percetakan uang berusaha keras menambahkan pengaman2 yang tercanggih pada masanya. Kita tahu bahwa berbagai jenis pengaman terdapat pada uang2 kertas modern, mulai dari cetak intalgio, water mark, benang pengaman sampai tinta berpendar.

Pembahasan kita kali ini dibatasi hanya pada tinta berpendar.

Jenis tinta yang satu ini akan berpendar atau bercahaya bila dilihat dengan mempergunakan lampu ultraviolet, karena itu tinta ini disebut sebagai fluorescent ink. Lampu ultraviolet dapat dibeli di toko2 peralatan listrik dengan harga sekitar 50-100 ribu rupiah. Semua uang kertas modern mempergunakan fluorescent ink sebagai bagian dari pengamannya. Seperti apakah bentuknya? Mari kita lihat pada uang kertas yang masih berlaku saat ini.

Quote:
Pecahan 1000 rupiah tahun 2000



Tinta pada nomor seri berpendar kekuningan, sedangkan benang pengaman berpendar kemerahan
Quote:
Pecahan 2000 rupiah tahun 2009



Pada bagian muka terlihat motif hiasan berwarna kuning dengan benang pengaman juga berwarna kemerahan.




Pada bagian belakang terlihat nomor seri berpendar kekuningan.
Quote:
Pecahan 5000 rupiah tahun 2001



Pada bagian depan terlihat benang pengaman berwarna kuning hijau saling berganti.




Pada bagian belakang selain nomor seri yang kekuningan tampak angka 5000 di sisi kiri atas.
Quote:
Pecahan 10000 rupiah tahun 2005



Di bagian depan terlihat motif ukiran berwarna kuning dengan benang pengaman berwarna merah.




Di bagian belakang terlihat rumah limas dan angka 10000 berpendar kekuningan
Quote:
Pecahan 20000 rupiah tahun 2004



Terlihat benang pengaman beraneka warna, biru, hijau, kuning dan merah.




Di bagian belakang terlihat angka 20000 berpendar kehijauan
Quote:
Pecahan 50000 rupiah tahun 2005



Motif seperti pita berwarna kekuningan di sisi kiri bagian depan.




Penari bali, angka 50000 dan nomor seri yang berpendar di sisi belakang
Quote:
Pecahan 100000 rupiah tahun 2004



Disisi belakang tampak peta Indonesia, angka 100000 dan nomor seri yang berpendar hijau kekuningan serta gedung MPR yang berwarna kemerahan di sudut kiri atas..g
Quote:
Pengaman canggih seperti di atas dapat secara mudah membedakan asli palsunya suatu uang hanya dengan menghadapkannya pada lampu ultraviolet. Bila asli maka akan terlihat seperti pada gambar di atas, bila palsu tentu tidak ada. Mudah bukan?

Quote:
Sekarang pertanyaannya adalah:
DIMULAI SEJAK KAPANKAH UANG KERTAS KITA MEMPERGUNAKAN TINTA BERPENDAR UNTUK PERTAMA KALINYA?


Apakah sejak jaman penjajahan Belanda?

Tentu tidak
, karena pada jaman tersebut tinta fluorescent dan lampu ultraviolet belum ditemukan.

Uang kertas jaman Belanda tidak ada yang mempergunakan tinta berpendar.
Quote:
Ternyata.....

Setelah diteliti, ternyata uang kertas kita yang mempergunakan tehnik tinta berpendar untuk pertama kalinya adalah seri bunga tahun 1959 yang dicetak oleh Thomas De La Rue. Seperti apa bentuknya bila dilihat di bawah lampu ultraviolet? Mari kita saksikan untuk pertama kalinya gambar uang-uang tersebut.
Quote:
Pecahan 5 rupiah 1959



Bunga yang berpendar kekuningan dengan benang pengaman kebiruan di sisi kanan
Quote:
Pecahan 10 rupiah 1959



Rangkaian bunga berpendar berwarna orange ke coklatan dan benang pengaman kebiruan
Quote:
Pecahan 25 rupiah 1959



Bunga teratai berpendar kecoklatan dan benang pengaman berwarna biru di sisi kanan
Quote:
Pecahan 50 rupiah 1959



Bunga matahari yang berwarna keemasan diapit corak kecoklatan di kedua sisinya, benang pengaman masih bersinar kebiruan.
Quote:
Pecahan 100 rupiah 1959



Bunga dengan berbagai warna yang indah, merah, kuning dan coklat, perhatikan benang pengaman pindah ke sisi kiri.
Quote:
Pecahan 500 rupiah 1959



Warna bunga yang dominan kekuningan, dengan benang pengaman kebiruan di sisi kiri.
Quote:
Pecahan 1000 rupiah 1959



Bunga berwarna kuning di bagian bawah kertas disertai benang pengaman di sisi kiri.
Quote:
Setelah melihat gambar-gambar indah di atas, maka akan timbul suatu kebanggaan dan kecintaan yang lebih mendalam terhadap uang-uang kuno negara kita. Bayangkan saja tehnik fluorescent baru dipakai secara luas di awal tahun 1970an, itupun masih sederhana, tetapi negara kita sudah memakainya dengan motif yang indah dan warna beraneka macam belasan tahun sebelumnya. Setelah seri bunga 1959, tinta berpendar baru ditemukan pada uang kertas emisi 1975 (pecahan 1000 Diponegoro, 5000 nelayan dan 10000 barong). Itupun hanya berupa angka nominal masing2 uang. Seperti apa bentuknya, akan kita bahas dilain kesempatan.